Rabu, 22 Mei 2013
Diduga Menggunakan Batubara asal Kalimantan.
PLTU Tarahan Tolak Dipindahkan
Minggu, 12 Agustus 2012 - 22:27:31 WIB
JAKARTA (detakriau.com) - Alimin anggota DPR RI dari Fraksi PAN yang berasal dari daerah pemilihan Propinsi Lampung menolak gagasan perpindahan PLTU Tarahan ke mulut tambang di wilayah Muara Enim Propinsi Sumatera Selatan. Meski ia mengakui dengan berada dimulut tambang, biaya produksi listrik PLTU Tarahan akan lebih efisien.

"Namun persoalan lain juga akan muncul. Apakah PLTU yang sudah jadi dan beroperasi dibongkar lagi",kata Alimin saat ditemui di Jakarta (10/8).

Alasan lain perpindahan PLTU Tarahan kerena pada saat pengadaan tanahnya bermasalah, disusul kemudian saat tender terjadi suap menyuap.Dimana salah satu pelakunya Emir Moeis anggota DPR dari FPDI Perjuangan, telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.

Awal ide perpindahan tercium diduga PLTU Tarahan salah desain. Selain alasan diduga menggunakan batubara asal Kalimantan untuk menghemat biaya produksi. Pihak PLTU Tarahan sampai saat berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Tapi pernyataan Ketua Komisi VII yang membidangi Energi Sutan Bhatoegana yang juga mantan anggota DPR dari Dapil Propinsi Lampung, menyatakan, kalau soal disain, banyak yang salah desain.

"Saya tidak tau soal asal usul batubara yang dipergunakan di PLTU Tarahan. Bahkan sampai selesai menjadi anggota DPR dari Dapil Lampung. Sampai sekarang saya belum pernah berkunjung ke PLTU Tarahan", ujar calon Gubenur Propinsi Sumatera Utara ini.

Alimin sependapat, harus dicek dulu apa PLTU Tarahan betul menggunakan bartubara asal Kalimantan yang berkalori rendah. Saya kebetulan sampai sekarang belum pernah masuk ke PLTU Tarahan, ujarnya.

Menyinggung penetapan Emir Moeis sebagai tersangka dalam proyek tender PLTU Tarahan.Kata Alimin, itu akibat ada permainan uang. Sekarang sedang dalam proses pemeriksaan di KPK. Artinya dugaan terjadi korupsi di PLTU Tarahan tidak main main, imbuhnya.
Ia mendukung siapa yang terlibat harus diperiksa oleh KPK, tidak ada alasan karena proyek sudah lama tahun 2004. Maka KPK tidak perlu untuk mengusutnya, tandasnya. (Erwin Kurai).


Dibaca : 281

 

Redaksi | RSS | E-mail Copyright © 2010 by detakriau.com. All Rights
Reserved Powered By raihanHOSTING.com
 
 
20:07 | PIMPINAN & KRU DETAK RIAU MENGUCAPKAN SELAMAT IDUL FITRI 1433 H - 20:05 | MOHON MAAF LAHIR & BATHIN - 22:40 | PWI RIAU 2012 - 2017 SECARA RESMI DIPIMPIN OLEH H.DENI KURNIA & EKA PN SEBAGAI SEKRETARIS - 22:35 | DETAKRIAU.COM MENGUCAPKAN SELAMAT TERPILIHNYA H. DENI KURNIA SEBAGAI KETUA PWI RIAU - 22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599