Minggu, 26 Mei 2013
Politik Pangan Kembali Digugat
Selasa, 14 Agustus 2012 - 22:33:53 WIB
JAKARTA (detakriau.com) - Ketergantungan pangan nasional pada suplai pangan luar negeri kembali menjadi sorotan, Sebab hampir semua pangan kita sekarang berasal dari impor sebagimana dikatakan Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid awal pekan lalu di Jakarta.

Dijelaskan bahwa penyebabnya, akibat politik pangan kita yang tidak punya road map. Ironisnya negara telah pula menjadi pelayan kelebihan produksi negara eksportir penghasil pangan terbesar, kalau kita mengalami kekurangan pasokan pangan.

Dia sependapat kedepan harus ada terobosan besar jika ingin kemandirian pangan ditegakkan kembali, dengan cara berproduksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bila perlu untuk ekspor.
Apabila selama ini pemerintah tidak berpihak dimana kridit pangan cuma 6 sampai 7 persen jumlahnya. Departemen teknis mendahulukan kebijakan impor. Kelas menengah tumbuh malah memperbesar ketergantungan kepada impor pangan.

"Ini artinya politik pangan hari ini sudah tidak lagi mendahulukan kepentingan bangsa. Malah telah mengarah kepada eksploitasi kepada petani kita sendiri. Dengan menekan harga pangan dalam negeri supaya harganya murah. Namun, petani dibiarkan tetap hidup miskin," kata Farhan.

"Jelas ini berbeda dengan kebijakan negara penghasil pangan terbesar seperti AS. Petani dilindungi dengan harga pangan murah dengan mekanisme subsidi pangan, dimana prioritas anggaran pertama tama untuk swasembada pangan dalam negeri", ujarnya.

Sementara itu dalam pertemuan terpisah, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana melaporkan perkembangan tenaga kerja di sektor pertanian di pedesaan terakhit, yang sedang mengalami surplus tenaga kerja. Sementara lahan pertaniannya tidak bertambah. Akibatnya banyak tenaga kerja di sektor pertanian yang beralih profesi bekerja disektor non pertanian, kususnya sektor jasa dikota.

Menurut Armida, ini pertanda baik demi untuk menjaga produktifitas produksi pangan di desa. Untuk diketahui kepemilikan lahan petani sekarang ini sudah semakin luasan kecil.

"Dengan begitu maka penerimaan upah meningkat. Produktifitas petani tumbuh", katanya.

Kedepan pemerintah tetap concern soal ini, agar produktifitas sektor pertanian lebih meningkat lagi, ujarnya. Berdasarkan data Bappenas pekerja sektor non pertanian meningkat dari 62 persen tahun 2011 menjadi 63,5 persen pada tahun 2012 atau naik 1,5 persen. (Erwin Kurai)


Dibaca : 283

 

Redaksi | RSS | E-mail Copyright © 2010 by detakriau.com. All Rights
Reserved Powered By raihanHOSTING.com
 
 
20:07 | PIMPINAN & KRU DETAK RIAU MENGUCAPKAN SELAMAT IDUL FITRI 1433 H - 20:05 | MOHON MAAF LAHIR & BATHIN - 22:40 | PWI RIAU 2012 - 2017 SECARA RESMI DIPIMPIN OLEH H.DENI KURNIA & EKA PN SEBAGAI SEKRETARIS - 22:35 | DETAKRIAU.COM MENGUCAPKAN SELAMAT TERPILIHNYA H. DENI KURNIA SEBAGAI KETUA PWI RIAU - 22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599