Batam (detakriau.com) - Selangkah lagi modal Pemprov Kepulauan Riau di Bank Riau Kepri bertambah. DPRD setempat telah menyetujui alokasi anggaran Rp 25 miliar di APBD 2011.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepulauan Riau sepakat menambah penyertaan modal di Bank Riau Kepri sebesar Rp 25 Miliar yang dianggarkan pada APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2011.
Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Kepulauan Riau Drs H Sofyan Samsir mengatakan, pemerintah provinsi Kepri bersama Banggar DPRD Provinsi Kepulauan Riau mengatakan kesepakatan tersebut tertuang dalam dokumen KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan PPAS (Plapon Pagu Anggaran Sementara) APBD Tahun 2011 yang selesai dibahas di Gedung Graha Kepri, Batam Centre, Senin kemarin.
Sofyan Samsir optimis, selesai penandatanganan KUA dan PPAS APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2011 pada hari Kamis (18/11) mendatang, kemudian KUA dan PPAS tersebut dibahas oleh masing-masing Komisi yang ada di DPRD Kepulauan Riau.
Dikatakannya, menyangkut penyertaan modal tersebut, selain dibahas di Banggar DPRD Provinsi Kepulauan Riau, pada pembicaraan Tingkat II akan dibahas bersama mitra Pemprov yakni di Komisi II yang membidangi Keuangan dan Perekonomian.
Sofyan Samsir menambahkan, sejak berubahnya nama Bank Riau menjadi Bank Riau Kepri, Pemprov Kepri optimis keberpihakan bank plat merah dimana sebagian sahamnya dimiliki pemerintah provinsi Riau tersebut, terhadap provinsi Kepulauan Riau dalam bentuk penyediaan skim-skim kredit akan semakin besar dan luas.
Politisi asal Partai Golkar itu optimis, Banggar DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Komisi II maupun Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Riau dapat menyetujui dimasukkannya angka Rp 25 Miliar sebagai penyertaan modal Pemerintah Provinsi Kepri di Bank Riau Kepri.
Dikatakannya, meski tahun ini Pemprov Kepri menambah penyertaan modalnya di Bank Riau Kepri, namun niat Gubernur Kepulauan Riau H Muhammad Sani untuk mendirikan bank tersendiri tetap ada. ‘’Langkah-langkah kea rah mendirikan bank tersendiri di Kepri tetap ada, meski kita tahu mendirikan bank bukan mudah dan memerlukan modal yang besar,’’ ujar mantan Pemred Riau Pos itu.
Sofyan Samsir juga akan mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan terus penyertaan modalnya di Bank Riau Kepri. Banyak keuntungan yang diperoleh dengan menempatkan dananya di bank tersebut.
Selain mendapatkan jasa giro, bank Riau Kepri tersebut juga diharapkan mengembalikan sebagian keuntungannya ke rakyat Kepulauan Riau dalam bentuk penyaluran kredit dan sebagainya.
Selaku anak jati Kepulauan Riau, Sofyan Samsir bersyukur adanya perubahan paradigma dimana pemerintah mulai percaya dengan Bank Riau Kepri. Sejak lima tahun berjalannya pemerintahan Kepulauan Riau, tidak satu sen pun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menempatkan dananya di Bank Riau Kepri. (rtc/rls)
Dibaca : 1741