Banyak Alasan
KPU Pekanbaru Jangan Bermain Api
Sabtu, 30 Juli 2011 - 20:54:10 WIB
Pekanbaru (detakriau.com) - Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kota Pekanbaru menjadi sorotan bagi berbagai kalangan. Termasuk para akademisi mulai angkat bicara soal kisruh Pilkada di Kota Bertuah pada 2011 ini. Akademisi bahkan menilai KPU Pekanbaru bermain api dengan kondisi politik Pilkada saat ini.
"Saya pribadi menilai KPU Pekanbaru bermain api dengan kondisi politik terkait Pilkada Pekanbaru belakangan ini. Pemungutan suara pada 18 Mei 2011 lalu kenyataannya aman, tertib dan berjalan lancar. Masalah yang dinilai melanggar juga telah diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Belakangan, KPU dan Panwaslu Pekanbaru serta Penjabat Walikota saat ini mulai beralasan untuk melaksanakan amanah Konstitusi dari MK untuk PSU 14 September mendatang,"sebut guru besar Ilmu Manajemen FEKON Universitas Riau (UR), Prof.DR.Zulfadil SE.MBA kepada wartawan, Sabtu (29/7).
Kepada detakriau.com, Zulfadil menambahkan, masyarkat Kota Pekanbaru yang heterogen selama ini adalah masyarakat yang damai. Tidak ada demonstrasi yang anarkis. Hal ini terbukti dari beberapa agenda politik selama ini, serta dalam Pilkada kota Pekanbaru pada 18 Mei 2011 silam.
"Kita lihat kenyataan bahwa masyarakat Kota Pekanbaru ini tidak suka demo-demo. Namun karena adanya pernyataan dan langkah pihak yang berwenang dalam agenda Pilkada, khususnya untuk PSU, demonstrasi mulai meluas ke arah yang anarkis. Meski belum memuncak, saya pikir KPU Pekanbaru dan yang lainnya jangan bermain api dengan keadaan ini,"terang Zulfadil.
Dikatakan Zulfadil yang juga menjabat Ketua Program Studi Pasca Sarjana (S2) Manajemen UR ini, pelaksanaan PSU merupakan hal yang mudah dilakukan. Karena sebatas melakukan pemungutan suara ulang kepada pemilih yang lalu. Namun, KPU Pekanbaru mulai memberikan pernyataan yang diluar amanat MK. Seperti menambah Daftar Pemilih, alasan anggaran tidak ada dan lainnya.
"Masyarakat Pekanbaru ini sudah cerdas. Pernyataan seperti itu dari pihak terkait sangat melukai hati nurani masyarakat Pekanbaru. Jadi janganlah KPU bermain api dengan hal ini,"tegas Zulfadil menutup pendapatnya.(Ajs/drc)
Dibaca : 1731